Minggu, 08 Januari 2017


"Kita pulangkan mereka (Bonek) secara bertahap. Malam ini harus sudah pulang semua. Kita turunkan 400 personel untuk mengamankan di Gor Pajajaran dan sekitarnya," ucap Hendro di Gor Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (8/1/2017).

‎Pantauan liputan6.com, Bonek yang berjumlah sekira 3000 lebih mulai memasuki bus-bus yang telah disiapkan. Pihak kepolisian pun telah menyiapkan kendaraan bagi Bonek yang tidak ikut dalam rombongan bus.

"Kita akan kawal bus mereka sampai di perbatasan dan kita sudah koordinasi dengan Polda Jawa Tengah. Ada juga yang pulang pakai kereta api‎. Bagi bonek yang tidak ikut bus, kita juga siapkan kendaraan dan berangkat pada 18.00 WIB," jelas Hendro

Kamis, 08 Desember 2016

Hadiah terindah dari sepakbola ... Selamat dan sukses selalu...

SELAMAT ATAS KEBERHASILAN TIM INDONESIA

Tim sepakbola Indonesia memberikan Hadiah Istimewah buat Bangsa dengan kemenangan 2-1 Disaksikan langsung oleh 2 petinggi Negara... Ada apa dengan skor ini..??
Semoga ini menjadikan langkah awal kejayaan persepakbola Indonesia...Maju Indonesiaku... Mantap dah...




Berita panas hari ini, bikin heboh aja.. Dibalik kisah aksi 212...rupanya ada yg mau merusak ke damaian...Mantap dah klo ketangkapmah... Ane gagal paham.. Apa sih yg mereka inginkan...??? 


Ketua PBNU: Kalau Terbukti Makar, Ditangkap, Itu Bukan Kemunduran Demokrasi...siapa yang bermain api.. Kebakar dah..

  • Ketua PBNU: Kalau Terbukti Makar, Ditangkap, Itu Bukan Kemunduran Demokrasi
    Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.
     Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, langkah kepolisian menangkap 10 aktivis yang diduga melakukan tindakan makar sudah tepat.
    Meski demikian, jika dugaan itu tidak benar, aktivis yang ditangkap itu harus segera dibebaskan.
    "Kan diperiksa, kalau memang tidak terbukti ya dilepas, kalau terbukti ya dilanjutkan," kata Said Aqil.
    Ia menyebut, penangkapan itu bukan berarti kemunduran demokrasi. Menurut dia, penangkapan terhadap pihak yang berupaya melakukan makar harus dilakukan demi keutuhan bangsa.
    "Kalau terbukti orang-orang itu makar, ditangkap, masak kemunduran. Keselamatan bangsa dong didahulukan," ucapnya.
    Ia menambahkan, meski dilakukan oleh warga sipil biasa, tindakan makar sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.
    Sebab, apabila tindakan makar oleh warga sipil itu didukung oleh tentara, taruhannya adalah keutuhan bangsa.
    "Bukan berarti saya menuduh, kalau memang iya diperiksa sacara hukum, kalau tidak, dilepas. Bukan kemunduran demokrasi itu, justru menjaga demokrasi itu," kata Said Aqil.
    Ketum PBNU: Penangkapan Pelaku Makar Bukan Kemunduran Demokrasi

    Rabu, 30 November 2016

    Presiden RI Bapak Ir.Jokowi bersama Kopasus, Kompak.. Mantap...Bravo TNIku...


    Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Markas Besar Kopasus... Ada skenario  makar untuk menggulingkan President RI.....dengan memanfaatkan aksi demo damai... 411

    Aksi Damai bela Islam berlanjut ke jilid III yang akan di gelar pada 212 dengan tema Aksi Super Damai dengan Berzikir di lapangan Tugu Monas... Semoga berjalan sesuai harapan tidak ada anarkis, tidak ada barbar... Amin





    JAGALAH PERSATUAN... 

    STOP ADU DOMBA
    STOP PROPOKASI
    STOP KERERASAAN
    STOP BULLY
    DAMAILAH INDONESIAKU... 
    KALEMLAH MASYARAKATNYA... 
    INDAHLAH SEGALA PERKATAANNYA, PERBUATANNYA DAN AHKLAKNYA... 
    JAYALAH INDONESIAKU .... 

    BERITA TERKAIT LAINNYA :