Kamis, 08 Desember 2016

Hadiah terindah dari sepakbola ... Selamat dan sukses selalu...

SELAMAT ATAS KEBERHASILAN TIM INDONESIA

Tim sepakbola Indonesia memberikan Hadiah Istimewah buat Bangsa dengan kemenangan 2-1 Disaksikan langsung oleh 2 petinggi Negara... Ada apa dengan skor ini..??
Semoga ini menjadikan langkah awal kejayaan persepakbola Indonesia...Maju Indonesiaku... Mantap dah...




Berita panas hari ini, bikin heboh aja.. Dibalik kisah aksi 212...rupanya ada yg mau merusak ke damaian...Mantap dah klo ketangkapmah... Ane gagal paham.. Apa sih yg mereka inginkan...??? 


Ketua PBNU: Kalau Terbukti Makar, Ditangkap, Itu Bukan Kemunduran Demokrasi...siapa yang bermain api.. Kebakar dah..

  • Ketua PBNU: Kalau Terbukti Makar, Ditangkap, Itu Bukan Kemunduran Demokrasi
    Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.
     Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, langkah kepolisian menangkap 10 aktivis yang diduga melakukan tindakan makar sudah tepat.
    Meski demikian, jika dugaan itu tidak benar, aktivis yang ditangkap itu harus segera dibebaskan.
    "Kan diperiksa, kalau memang tidak terbukti ya dilepas, kalau terbukti ya dilanjutkan," kata Said Aqil.
    Ia menyebut, penangkapan itu bukan berarti kemunduran demokrasi. Menurut dia, penangkapan terhadap pihak yang berupaya melakukan makar harus dilakukan demi keutuhan bangsa.
    "Kalau terbukti orang-orang itu makar, ditangkap, masak kemunduran. Keselamatan bangsa dong didahulukan," ucapnya.
    Ia menambahkan, meski dilakukan oleh warga sipil biasa, tindakan makar sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.
    Sebab, apabila tindakan makar oleh warga sipil itu didukung oleh tentara, taruhannya adalah keutuhan bangsa.
    "Bukan berarti saya menuduh, kalau memang iya diperiksa sacara hukum, kalau tidak, dilepas. Bukan kemunduran demokrasi itu, justru menjaga demokrasi itu," kata Said Aqil.
    Ketum PBNU: Penangkapan Pelaku Makar Bukan Kemunduran Demokrasi

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar